Siapa sih yang tidak kenal dengan Anies Baswedan?
Sosok tokoh nasional yang memiliki pemikiran dan visi luar biasa untuk kemajuan bangsa Indonesia, khususnya di bidang pendidikan.
Salah satu program besutannya adalah program Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasi.
Kelas Inspirasi 2 baru-baru ini sudah diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia, termasuk di kota Makassar. Saya kebetulan ikutan mendaftar menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi 2. Dan saya terpilih, padahal di awal pendaftaran saya tidak berharap bisa terpilih, karena saya tahu saingan saya banyak. Dan sangat surprise banget bisa terpilih menjadi salah satu relawan pengajar di Kelas Inspirasi 2.
Saya akan bercerita dan berbagi pengalaman saya tentang bagaimana rasanya jadi pengajar selama 1 hari di Sekolah Dasar, tapi nanti, di catatan saya yang berikutnya. #senyummanis :) (sabar yee, orang sabar jidatnye lebar, eh bukan ya, disayang Allah. #nyengirkuda)
Nah kembali ke laptop,
Sehari sebelum saya turun langsung ngajar di Sekolah Dasar (kami menyebutnya dengan istilah "Hari Inspirasi"), saya menerima sebuah email dari Bapak Anies Baswedan.
Mungkin semua relawan pengajar yang terpilih di Kelas Inspirasi 2 juga mendapatkan email yang sama dari Bapak Anies, jadi sebenernya tidak ada yang spesial.
Tapi ketika saya membaca isi pesan dari Pak Anies, sungguh saya bergetar membacanya.
Setiap kata-kata pak Anies dalam pesan tersebut sungguh menggetarkan hati saya, pesan beliau bagi saya atau mungkin semua para relawan pengajar, sangat menginspirasi.
Berikut ini isi pesan Pak Anies Baswedan kepada saya. Pesan ini saya copypaste dari email saya tanpa ada satu katapun yang saya edit.
--------
Yth. Lidia Rohana Silitonga
di tempat
Saya menulis surat ini untuk menegaskan apresiasi kita semua atas kesediaan Anda menjadi sumber inspirasi besok.
Saat briefing beberapa
waktu yang lalu, kita bertemu dengan begitu banyak teman baru. Besok, saat Anda
mendatangi sekolah, boleh jadi Anda merasa belum kenal dekat teman-teman yang
bertugas bersama di sekolah itu. Tapi saya yakin bahwa sesungguhnya kita semua
sudah sangat saling kenal. Anda dan teman-teman semua yang hadir di SD itu
adalah anak-anak negeri yang di hatinya mengakar rasa cinta yg luar biasa
kepada Indonesia kita.
Anda menyatakan siap ambil cuti, mau jadi guru sehari. Anda siap untuk
repot-repot karena cintanya kepada bangsa ini.
Profesi bisa lain, sektor boleh beda tapi cinta kita kepada bangsa ini
sama-sama dalam, tulus dan sepenuh hati. Itulah kesamaan identitas kita semua.
Itulah kesamaan para pengajar Kelas Inspirasi ini. Cinta bangsa itulah yang
membawa Anda pilih turun tangan, ikut mewarnai masa depan.
Besok Anda akan mengajar. Anda bersiap menyongsong anak-anak SD itu dan
mereka pun menanti kedatangan Anda.
Datangi mereka dengan hati dan sepenuh hati. Peragakan cara Anda meraih
keberhasilan, tunjukkan bahwa integritas, kompetensi, kerja keras, ketangguhan
dan kemandirian adalah resep yang powerful. Izinkan mereka terpana,
ajak mereka bermimpi, lepaskan imajinasi itu melangit, biarkan mata mereka
berbinar melihat Anda dan mendengar cerita Anda.
Ya, secara fisik Anda cuma
beberapa jam di sekolah itu, tetapi inspirasi yang Anda tanamkan bisa hidup
amat lama, bisa tumbuh amat kuat. Anda datang dengan hati, dan merekapun akan
menerima Anda dengan hati. Kehadiran dengan hati itu sungguh dahsyat efeknya.
Anda bisa menginspirasi mereka, yang efeknya amat panjang. Biarkan cerita Anda,
wajah Anda, ketulusan Anda dan semangat Anda jadi bagian dari narasi mimpi
mereka.
Semoga, suatu saat kelak, mereka jadi seseorang dan bercerita bahwa inspirasinya tumbuh saat Anda, kakak sebangsanya, datang ke sekolahnya. Biarkan mereka menyimpan cerita Anda sebagai bagian dari semangat memenangkan masa depannya.
Anak-anak memang perlu dirangsang untuk menerbangkan mimpinya amat tinggi, lalu
lewat kerja keras yang cerdas dan doa yang tulus mereka diajak untuk -bukan
cuma meraih mimpi- tapi diajak untuk melampaui mimpinya. Ya, ajaklah mereka
untuk melampaui mimpinya...
Anda -dan para guru di SD itu- akan bisa berkata kepada diri sendiri bahwa Anda bukan bagian dari yang menggerogoti bangsa apalagi merusak tatanan masa depan. Anda dan semua guru SD itu adalah bagian dari yang ikut menanamkan bibit masa depan yang lebih baik. Sekecil apapun bibit yang Anda rasa telah ditanamkan, ia bisa tumbuh amat besar dan melampaui dugaan kita.
Selamat bertugas, selamat menanamkan bibit semangat, selamat menumbuhkan mimpi.
Pada anak-anak SD itu ada pantulan wajah masa depan Indonesia kita. Besok Anda
akan jadi saksi awal dan jadi pewarna atas potret masa depan negeri kita. Di
depan ruang kelas itu, setiap menit, setiap gerak dan setiap tutur Anda adalah
pewarna masa depan itu. Warnailah masa depan itu dengan kecemerlangan.
Sekali lagi, selamat menginspirasi dan semoga suatu saat kita bisa
berjumpa.
Salam hangat,
Anies Baswedan
------------------
ditulis di Jakarta, April 2013 by #leeisme @lidiabatak
