Tuesday, May 21, 2013

Surat dari Sang Inspirator, Anies Baswedan.

Siapa sih yang tidak kenal dengan Anies Baswedan?
Sosok tokoh nasional yang memiliki pemikiran dan visi luar biasa untuk kemajuan bangsa Indonesia, khususnya di bidang pendidikan.
Salah satu program besutannya adalah program Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasi.

Kelas Inspirasi 2 baru-baru ini sudah diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia, termasuk di kota Makassar. Saya kebetulan ikutan mendaftar menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi 2. Dan saya terpilih, padahal di awal pendaftaran saya tidak berharap bisa terpilih, karena saya tahu saingan saya banyak. Dan sangat surprise banget bisa terpilih menjadi salah satu relawan pengajar di Kelas Inspirasi 2.

Saya akan bercerita dan berbagi pengalaman saya tentang bagaimana rasanya jadi pengajar selama 1 hari di Sekolah Dasar, tapi nanti, di catatan saya yang berikutnya. #senyummanis :) (sabar yee, orang sabar jidatnye lebar, eh bukan ya, disayang Allah. #nyengirkuda)

Nah kembali ke laptop, 

Sehari sebelum saya turun langsung ngajar di Sekolah Dasar (kami menyebutnya dengan istilah "Hari Inspirasi"), saya menerima sebuah email dari Bapak Anies Baswedan.
Mungkin semua relawan pengajar yang terpilih di Kelas Inspirasi 2 juga mendapatkan email yang sama dari Bapak Anies, jadi sebenernya tidak ada yang spesial.

Tapi ketika saya membaca isi pesan dari Pak Anies, sungguh saya bergetar membacanya.
Setiap kata-kata pak Anies dalam pesan tersebut sungguh menggetarkan hati saya, pesan beliau bagi
saya atau mungkin semua para relawan pengajar, sangat menginspirasi.

Berikut ini isi pesan Pak Anies Baswedan kepada saya. Pesan ini saya copypaste dari email saya tanpa ada satu katapun yang saya edit. 


 --------

Yth. Lidia Rohana Silitonga

di tempat


Saya menulis surat ini untuk menegaskan apresiasi kita semua atas kesediaan Anda menjadi sumber inspirasi besok. 

Saat briefing beberapa waktu yang lalu, kita bertemu dengan begitu banyak teman baru. Besok, saat Anda mendatangi sekolah, boleh jadi Anda merasa belum kenal dekat teman-teman yang bertugas bersama di sekolah itu. Tapi saya yakin bahwa sesungguhnya kita semua sudah sangat saling kenal. Anda dan teman-teman semua yang hadir di SD itu adalah anak-anak negeri yang di hatinya mengakar rasa cinta yg luar biasa kepada Indonesia kita.

Anda menyatakan siap ambil cuti, mau jadi guru sehari. Anda siap untuk repot-repot karena cintanya kepada bangsa ini. 


Profesi bisa lain, sektor boleh beda tapi cinta kita kepada bangsa ini sama-sama dalam, tulus dan sepenuh hati. Itulah kesamaan identitas kita semua. Itulah kesamaan para pengajar Kelas Inspirasi ini. Cinta bangsa itulah yang membawa Anda pilih turun tangan, ikut mewarnai masa depan.

Besok Anda akan mengajar. Anda bersiap menyongsong anak-anak SD itu dan mereka pun menanti kedatangan Anda.


Datangi mereka dengan hati dan sepenuh hati. Peragakan cara Anda meraih keberhasilan, tunjukkan bahwa integritas, kompetensi, kerja keras, ketangguhan dan kemandirian adalah resep yang powerful. Izinkan mereka terpana, ajak mereka bermimpi, lepaskan imajinasi itu melangit, biarkan mata mereka berbinar melihat Anda dan mendengar cerita Anda. 

Ya, secara fisik Anda cuma beberapa jam di sekolah itu, tetapi inspirasi yang Anda tanamkan bisa hidup amat lama, bisa tumbuh amat kuat. Anda datang dengan hati, dan merekapun akan menerima Anda dengan hati. Kehadiran dengan hati itu sungguh dahsyat efeknya. Anda bisa menginspirasi mereka, yang efeknya amat panjang. Biarkan cerita Anda, wajah Anda, ketulusan Anda dan semangat Anda jadi bagian dari narasi mimpi mereka.

Semoga, suatu saat kelak, mereka jadi seseorang dan bercerita bahwa inspirasinya tumbuh saat Anda, kakak sebangsanya, datang ke sekolahnya. Biarkan mereka menyimpan cerita Anda sebagai bagian dari semangat memenangkan masa depannya.


Anak-anak memang perlu dirangsang untuk menerbangkan mimpinya amat tinggi, lalu lewat kerja keras yang cerdas dan doa yang tulus mereka diajak untuk -bukan cuma meraih mimpi- tapi diajak untuk melampaui mimpinya. Ya, ajaklah mereka untuk melampaui mimpinya...  

Anda -dan para guru di SD itu- akan bisa berkata kepada diri sendiri bahwa Anda bukan bagian dari yang menggerogoti bangsa apalagi merusak tatanan masa depan. Anda dan semua guru SD itu adalah bagian dari yang ikut menanamkan bibit masa depan yang lebih baik. Sekecil apapun bibit yang Anda rasa telah ditanamkan, ia bisa tumbuh amat besar dan melampaui dugaan kita.


Selamat bertugas, selamat menanamkan bibit semangat, selamat menumbuhkan mimpi. Pada anak-anak SD itu ada pantulan wajah masa depan Indonesia kita. Besok Anda akan jadi saksi awal dan jadi pewarna atas potret masa depan negeri kita. Di depan ruang kelas itu, setiap menit, setiap gerak dan setiap tutur Anda adalah pewarna masa depan itu. Warnailah masa depan itu dengan kecemerlangan.

Sekali lagi, selamat menginspirasi dan semoga suatu saat kita bisa berjumpa.

Salam hangat,

Anies Baswedan


------------------ 


ditulis di Jakarta, April 2013 by #leeisme @lidiabatak

Monday, May 20, 2013

Catatan Hitam Putih

HITAM PUTIH

Hitam tak selalu kelam dan gelap
Putih tak selalu bersih dan terang
Hitam memang gelap, tapi tak selamanya
Putih memang terang, tapi tak selamanya

Hitam memang gelap, tapi bisa menjadi titik menuju cahaya
Putih memang terang, tapi bisa menjadi titik menuju gelap

Hitam dan Putih adalah kehidupan
Hitam dan Putih adalah jalan
Hitam dan Putih adalah pilihan
Hitam dan Putih adalah setiap hembusan nafas
Hitam dan Putih adalah diriku atau dirimu

Hitam bisa jadi diriku, Putih bisa jadi dirimu
Hitam bisa jadi dirimu, Putih bisa jadi diriku
Setiap hitam pasti memiliki cerita
Setiap putih pasti memiliki kisah

sehitam dan seputih apapun kehidupan ini
aku tak peduli


yang kutahu,
hitam dan putih dapat kau jadikan sebuah jalan

yang kutahu,
hitam dan putih hanyalah media untuk mengisi kehidupan

yang kutahu,
hitam dan putih dapat kau jadikan sebuah pilihan

yang kutahu,
hitam dan putih hanyalah warna, warna indah kehidupan

hitam dan putih akan menjadi sesuatu yang indah
bila kau dapat merangkainya
hitam dan putih akan menjadi sesuatu yang indah
bila kau dapat memaknainya

karena
Hitam tak selamanya
Putih tak selamanya

(ditulis di Jakarta, pada tanggal 16 Oktober 2009 by #leeisme @lidiabatak)

“Sajak ini saya sadur ulang dari catatan saya di halaman facebook saya. Ketika saya membacanya saya terhentak dan tertampar oleh kata2 saya sendiri.
Sajak ini saya tulis tahun 2009. Dan seolah seperti masuk dalam skenario DE JAVU, saya kembali meresapi, merenungkan dan memaknai catatan saya ini. Hasil dari perenungan saya ini lahirlah sebuah sajak baru dengan judul TERTIPU MASA LALU”
Tunggu sajak-sajak saya yang berikutnya ya. :)

TOPENG

T.O.P.E.N.G
 



 
Dan aku tidak ingin seperti mereka yang bertopeng lagi munafik.
Aku tidak ingin seperti mereka yang berwajah malaikat tapi sesat.
Aku tidak ingin seperti mereka yang bertopeng agama tapi pendosa
Apalah artinya kita ini jika hanya sebuah topeng?
Aku tidak ingin seperti mereka, bertopeng.

"Sajak ini saya tulis untuk para lelaki yg berkedok agama dan sunnah rasul di balik jenggot mereka, yang katanya percaya Tuhan dan neraka namun nafsu dunia dan birahi mereka lebih mulia daripada agama"

ditulis dari hati tanpa amarah by #leeisme @lidiabatak

ditulis di Makassar, 2013